Showing posts with label Motivasi dan Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi dan Inspirasi. Show all posts
Thursday, May 23, 2013

Cerita Motivasi : DAHAN KENYAMANAN

Pembukaan cerita supaya bisa memahami ceritanya :

Saya sudah tiba di Indonesia, setelah 15 hari berkeliling di 4 negara eropa untuk liburan panjang. Perjalanan panjang untuk pulang selama 17 jam penerbangan tidak terasa dengan menaiki Bussiness Class Garuda. Di pesawat saya merasa seperti seekor elang yang terbang tinggi di angkasa, dan tiba tiba terlintas 1 cerita bagus mengenai 2 ekor elang. Teman teman silahkan simak cerita ini.

kesuksesan selalu milik kita yang berani mencoba.Dikehidupan ini, apa-apa yang tidak mungkin hanya seringkali belum pernah dicoba.


DAHAN KENYAMANAN

Suatu hari seorang Raja mendapatkan hadiah 2 ekor anak elang. Raja senang sekali dan selalu memamerkan elangnya.

Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi. Tentu akan lebih indah lagi.Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.

Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor kepada Raja. Seekor elang telah terbang tinggi dan melayang-melayang di angkasa. Namun seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya sejak hari pertama ia tiba.

elang terbang tinggi

Raja pun memanggil semua ahli hewan dan para tabib sakti untuk memeriksa elang kesayangannya ini. Namun tidak ada yang berhasil untuk "menyembuhkan" dan membuat elang ini terbang.

Berbagai usaha telah dilakukan elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.
elang hinggap di dahan pohon

Kemudian Raja mendapat ide untuk memanggil orang yg biasa "melihat" elang.

Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang dan Raja meminta bantuan petani itu.

Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.
elang terbang tinggi

Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan. Petani menjawab, 
"saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya saja atau DAHAN yang membuatnya NYAMAN".



Hikmah yang bisa kita ambil dari cerita diatas :

Sahabatku, kita dilahirkan untuk sukses, kita ditakdirkan untuk terbang tinggi. Namun, ada yang memegang erat ketakutannya.Tidak mau melepaskan ketakutannya dan tidak beranjak dari posisinya.
Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan kita, hingga kita takut dan tidak mau melepaskannya, takut gagal, takut kecewa, takut capek, takut malu, dan lain-lain.
Jadi jangan takut untuk mencoba hal-hal yang baru.


Cerita motivasi diatas supaya kita tidak takut mencoba hal yang baru dengan cara melepaskan kenyamanan yang kita miliki sekarang supaya bisa lebih sukses.

kesuksesan selalu milik kita yang berani mencoba.Dikehidupan ini, apa-apa yang tidak mungkin hanya seringkali belum pernah dicoba.

credit : Stefanus Sandy SE, MM 
Building a Better Future Together
Read more ...
Friday, March 1, 2013

TRUE STORY : Kisah 3 Karung Beras

tiga karung beras

Kisah ini adalah kisah nyata sebuah keluarga yang sangat miskin, yang memiliki seorang anak laki-laki. Ayahnya sudah meninggal dunia, tinggalah ibu dan anak laki-lakinya untuk saling menopang.

Ibunya bersusah payah seorang membesarkan anaknya, saat itu kampung tersebut belum memiliki listrik. Saat membaca buku, sang anak tersebut diterangi sinar lampu minyak, sedangkan ibunya dengan penuh kasih menjahitkan baju untuk sang anak.

Saat memasuki musim gugur, sang anak memasuki sekolah menengah atas. Tetapi justru saat itulah ibunya menderita penyakit rematik yang parah sehingga tidak bisa lagi bekerja disawah.

Saat itu setiap bulannya murid-murid diharuskan membawa tiga puluh kg beras untuk dibawa kekantin sekolah. Sang anak mengerti bahwa ibuya tidak mungkin bisa memberikan tiga puluh kg beras tersebut.

Dan kemudian berkata kepada ibunya: 
" Ma, saya mau berhenti sekolah dan membantu mama bekerja disawah". 
Ibunya mengelus kepala anaknya dan berkata: 
"Kamu memiliki niat seperti itu mama sudah senang sekali tetapi kamu harus tetap sekolah. Jangan khawatir, kalau mama sudah melahirkan kamu,
pasti bisa merawat dan menjaga kamu. Cepatlah pergi daftarkan kesekolah nanti berasnya mama yang akan bawa kesana".
Karena sang anak tetap bersikeras tidak mau mendaftarkan kesekolah, mamanya menampar sang anak tersebut. Dan ini adalah pertama kalinya sang anak ini dipukul oleh mamanya.

Sang anak akhirnya pergi juga kesekolah. Sang ibunya terus berpikir dan merenung dalam hati sambil melihat bayangan anaknya yang pergi menjauh. Tak berapa lama, dengan terpincang-pincang dan nafas tergesa-gesa Ibunya datang kekantin sekolah dan menurunkan sekantong beras dari bahunya.

pengawas yang bertanggung jawab menimbang beras dan membuka kantongnya dan mengambil segenggam beras lalu menimbangnya dan berkata : 
" Kalian para wali murid selalu suka mengambil keuntungan kecil, kalian lihat, disini isinya campuran beras dan gabah. Jadi kalian kira kantin saya ini tempat
penampungan beras campuran".
Sang ibu ini pun malu dan berkali-kali meminta maaf kepada ibu pengawas tersebut.

Awal Bulan berikutnya ibu memikul sekantong beras dan masuk kedalam kantin. Ibu pengawas seperti biasanya mengambil sekantong beras dari kantong tersebut dan melihat. Masih dengan alis yang mengerut dan berkata: 
"Masih dengan beras yang sama". 
Pengawas itupun berpikir, apakah kemarin itu dia belum berpesan dengan Ibu ini dan kemudian berkata : 
"Tak perduli beras apapun yang Ibu berikan kami akan terima tapi jenisnya harus dipisah jangan dicampur bersama, kalau tidak maka beras yang dimasak tidak bisa matang sempurna.Selanjutnya kalau begini lagi, maka saya tidak bisa menerimanya"
Sang ibu sedikit takut dan berkata : 
"Ibu pengawas, beras dirumah kami semuanya seperti ini jadi bagaimana?"
Pengawas itu pun tidak mau tahu dan berkata : 
"Ibu punya berapa hektar tanah sehingga bisa menanam bermacam- macam jenis beras". 
Menerima pertanyaan seperti itu sang ibu tersebut akhirnya tidak berani berkata apa-apa lagi.

Awal bulan ketiga, sang ibu datang kembali kesekolah. Sang pengawas kembali marah besar dengan kata-kata kasar dan berkata: 
"Kamu sebagai mama kenapa begitu keras kepala, kenapa masih tetap membawa beras yang sama. Bawa pulang saja berasmu itu !".
Dengan berlinang air mata sang ibu pun berlutut di depan pengawas tersebut dan berkata: 
"Maafkan saya bu, sebenarnya beras ini saya dapat dari mengemis". 
Setelah mendengar kata sang ibu, pengawas itu kaget dan tidak bisa berkata apa-apa lagi. Sang ibu tersebut akhirnya duduk diatas lantai, menggulung celananya dan memperlihatkan kakinya yang sudah mengeras dan
membengkak.

Sang ibu tersebut menghapus air mata dan berkata: 
"Saya menderita rematik stadium terakhir, bahkan untuk berjalan pun susah, apalagi untuk bercocok tanam. Anakku sangat mengerti kondisiku dan mau berhenti sekolah untuk membantuku bekerja disawah. Tapi saya melarang dan menyuruhnya bersekolah lagi."

Selama ini dia tidak memberi tahu sanak saudaranya yang ada dikampung sebelah. Lebih-lebih takut melukai harga diri anaknya.
Setiap hari pagi-pagi buta dengan kantong kosong dan bantuan tongkat pergi kekampung sebelah untuk mengemis. Sampai hari sudah gelap pelan-pelan kembali kekampung sendiri. Sampai pada awal bulan semua beras yang terkumpul diserahkan kesekolah.

Pada saat sang ibu bercerita, secara tidak sadar air mata Pengawas itupun mulai mengalir, kemudian mengangkat ibu tersebut dari lantai dan berkata: 
"Bu sekarang saya akan melapor kepada kepala sekolah, supaya bisa diberikan sumbangan untuk keluarga ibu." 
Sang ibu buru- buru menolak dan berkata: 
"Jangan, kalau anakku tahu ibunya pergi mengemis untuk sekolah
anaknya, maka itu akan menghancurkan harga dirinya. Dan itu akan mengganggu sekolahnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan hati ibu pengawas, tetapi tolong ibu bisa menjaga rahasia ini."
Akhirnya masalah ini diketahui juga oleh kepala sekolah. Secara diam- diam kepala sekolah membebaskan biaya sekolah dan biaya hidup anak tersebut selama tiga tahun. Setelah Tiga tahun kemudian, sang anak tersebut lulus masuk ke perguruan tinggi qing hua dengan nilai 627 point.

Dihari perpisahan sekolah, kepala sekolah sengaja mengundang ibu dari anak ini duduk diatas tempat duduk utama. Ibu ini merasa aneh, begitu banyak murid yang mendapat nilai tinggi, tetapi mengapa hanya ibu ini yang diundang. Yang lebih aneh lagi disana masih terdapat tiga kantong beras.

Pengawas sekolah tersebut akhirnya maju kedepan dan menceritakan kisah sang ibu ini yang mengemis beras demi anaknya bersekolah. Kepala sekolah pun menunjukkan tiga kantong beras itu dengan penuh haru dan berkata : 
"Inilah sang ibu dalam cerita tadi."
Dan mempersilakan sang ibu tersebut yang sangat luar biasa untuk naik keatas mimbar. Anak dari sang ibu tersebut dengan ragu-ragu melihat kebelakang dan melihat gurunya menuntun mamanya berjalan keatas mimbar. Sang ibu dan sang
anakpun saling bertatapan. Pandangan mama yang hangat dan lembut kepada anaknya. Akhirnya sang anak pun memeluk dan merangkul erat mamanya dan berkata: 
"Oh Mamaku......" 

Inti dari Cerita ini adalah:
Pepatah mengatakan: 
"Kasih ibu sepanjang masa, sepanjang jaman dan sepanjang kenangan" 
Inilah kasih seorang mama yang terus dan terus memberi kepada anaknya tak mengharapkan kembali dari sang anak. Hati mulia seorang mama demi menghidupi sang anak berkerja tak kenal lelah dengan satu
harapan sang anak mendapatkan kebahagian serta sukses dimasa depannya. 
Mulai sekarang, katakanlah kepada mama dimanapun mama kita berada dengan satu kalimat: 
" Terimakasih Mama.. Aku Mencintaimu, Aku Mengasihimu. ..selamanya". 
Silakan LIKE & SHARE Cerita ini jika anda juga suka.

Building a Better Future Together.
Stefanus Sandy SE ,MM (Ivan)
Read more ...